Gambar diambil dari sini
Perpisahan adalah hal
menyakitkan yang menyisakan luka pada keduanya meskipun tidak ditunjukkan. Tahap
paling indah dari perpisahan adalah penerimaan, entah bertemu kembali atau
tidak. Sedangkan yang paling menyakitkan dari penerimaan adalah mempercayakan
satu keping puzzel hati pada orang yang salah. Lalu dia membawanya pergi tanpa
perpisahan namun tidak kunjung kembali.
Aku mengetahui semenjak
kepergiannya (dia yang kedua) tidak lagi membuat ruang untuk kembali
memperbaiki pertemanan. Aku mengetahui dirinya baik-baik saja, ribuan
kilomenter jauh di sana yang aku pun tidak mampu menjangkaunya. Tidak pernah
ada kesempatan untuk membuatku berlari kesana untuk sekedar menengoknya. Sesekali
sebagai teman aku merasa terluka karena aku mengetahui beberapa orang teman
telah dia hubungi untuk sekedar bertukar kabar.
Semoga dia akan terus
baik-baik saja. Setidaknya aku mengetahui bahwa kita tidak lagi bertengkar. Tidak
ada lagi amarah karena tidak saling memahami perbedaan dan ketidak mampuan
menerima perubahan.
Tuhan selalu baik,
menjadi tempat terindah untuk meletakkan lelah. Aku tahu kau semakin dekat
dengan Tuhan, dari apa yang aku lihat kau semakin sering menyebut Tuhan dalam
permintaan yang kau tuangkan pada dunia maya. Aku bersyukur kau letakkan lelah
dan harapan pada Tuhan, setidaknya ketika dulu aku sering mendengar keluhmu
menjadi lebih nyaman karena tempat lain yang lebih indah untuk kau beritahukan
semua lelahmu adalah Tuhan. Karena aku mengandalkan
Tuhan dalam segala kehidupanku.
Pernah sekali kau
mengabarkan diri namun barangkali kau kecewa karena situasi yang saat ini dijalan
tidak seperti harapanmu. Aku telah berubah, dia juga berubah, teman kecilmu
yang dulu setia bersamamu yang mengabarkan akan bersamamu dalam keadaan apapun
ternyata berubah. Tetapi percayalah jika saat ini kau hanya menyandarkan pada
Tuhan, semoga semuanya akan menjadi baik. Tuhan baikkan hatimu, membukanya dan
memberikan cahaya terang untuk berjalan pada-Nya, menjalankan tugasmu sebaik
mungkin untuk mengabdi dan beribadah pada-Nya.
Semoga rasa syukur atas
perpisahan saat ini adalah tahap terbaikku untuk menjadikan hatiku lembut. Memangkas
egois karena aku tidak pernah memberimu kabar. Aku akan berusaha menjagamu
dalam doa, supaya Tuhan yang menghubungkan. Aku tidak pernah mengetahui bahwa
kehilangan adalah hal yang menyakitkan.
Jagalah nama Tuhan
dalam hatimu supaya doa yang aku munajatkan segera tersampaikan padamu.
















