Backpacker Semarang- Bandungan

9:58 AM





Liburan selama 2 bulan siap menyambut. Setalah kuliah dan ujian yang memenatkan pikiran sepertinya saya membutuhkan refresing lebih banyak dari pada biasanya, tantangan alam bebas lebih menarik hari saya untuk traveling kali ini. Saya mencari beberapa referensi tempat wisawa, baik kawasan jawa timur, jawa barat dan jawa tengah, ya saya memilih wilayah jawa karena terbentur budget dan izin orang tua juga sih—was-was nilai yang belum jelas. Setelah mempertimbangkan transport dan akses saya memilih wilayah Semarang, nggak bosen kan udah kuliah si sana? Sebetulnya saya memilih Semarang bukan tanpa alasan, meskipun saya tinggal di Semarang tetapi saya jarang untuk perjalanan cukup jauh untuk menjelajahi tempat ini karena terbentur jadwal kuliah yang cukup padat dan cukup jeda nafas aja.
Gayung bersambut dan tawaran dari temanpun datang. Acara ini sebenarnya acara rihlan atau jalan-jalan dari organisasi setelah setahun kepengurusan. Saya mengetahui bahwa kami akan ke tempat wisata di daerah kabupaten Semarang tepatnya Bandungan, sekitar 25 dari Semarang kota.  Perjalanan di mulai dari dekat kampus saya daerah Tembalang menuju Bandungan dengan menggunakan sepeda motor untuk menghindari macet karena akhir-akhir ini Semarang agak macet karena perbaikan jalan di sekitar watu gong.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup cepat karena saya sendiri dan bisa nyelip-nyelip—jangan ditiru ya. Saya memasuki kawasan wisata bandungan, lokasi setelah pasar Ungaran dan ada gapura besar Bandungan maka masuk aja dan lurus terus hingga menemui pasar kecil lagi dan kanan jalan ada gapura kecil—hati-hati jangan kesasar—ada keterangan “umbul sidomukti” nah ikuti saja arah di jalan itu nanti anda akan dituntun oleh petunjuk arah di sisi jalan .

Sesampainya di tempat saya harus menunggu rombongan, kami membayar tiket masuk kawasan 2.000 saya agak lupa. Setelah itu saya memarkirkan kendaraan dan berkumpul kembali dan membayar tiket masuk 10.000 karena saat itu masa liburan sepertinya sehingga tiket masuk naik. Akhirnya kami memasuki kawasan wisata umbul sidomukti. Hawa sejuk sudah menyambut kami sejak memasuki desa sidomukti, tidak dipungkiri jalannya masih cukup sepi dan menanjak, jadi saya sarankan untuk memakai kendaraan pribadi jika ingin ke sana karena sejauh pengamatan saja sulit ditemui kendaraan umum seperti angkot.

Umbul sidomukti juga menyajikan beberapa wahana permainan yang menarik dan murah. Misalnya marine bridge yang dihargai 12.000 kemudian flying fox dengan harga mulai 10.000 hingga 30.000, kemudian ATV. Saya sarankan untuk datang lebih pagi karena jika siang sering kali hujan turun saat musim penghujan seperti yang saya alami, saya harus puas mencoba marine bridge saja karena hujan turun saat saya ingin mencoba flying fox. Flying fox mempunyai peminat yang paling banyak menurut saya karena harus antre lama. Oh ya, jika anda takut ketinggian anda bisa mencoba ATV. Tetapi saat saya berkunjung kesana rupanya wahana ATV tidak bisa difungsikan karena sedang  ada perbaikan. Di papan penunjuk arah wahana pun saya melihan tempat untuk camping, kalau harganya sih saya juga kurang tau. Pastinya tempat ini menarik untuk di kunjungi dan di coba. Naik kuda pun jadi pilihan wisatawan, khususnya anak-anak menuju area permainan. View yang bagus dan hawa segarnya mampu membuat penat anda sedikit hilang. Selamat berkunjung Visit Jawa Tengah 2014.
Untuk para backpacker yang ingin menginap, daerah sidomukti banyak penginapan dengan harga terjangkau mulai 100.000 yang tidak jauh dari kawasan wisata sekitar 2-3 km hanya saja anda perlu ojek atau kendaraan pribadi lagi untuk menuju pusat umbul sidomukti melihat akses  jalannya yang naik turun.
Rute Transportasi:
Angkot dari Semarang kota – Terminal Banyumanik - Arah Solo / angkot menuju Kabupaten Semarang – Bandungan – Pasar Jimbaran – Sidomukti.
(foto diambil dari kamera pribadi dan google)

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment