Saya bisa romantis (Selamat Ulang Tahun)

9:58 AM


Selamat ulang tahun. Barangkali ucapan sederhana itu akan lebih menarik dan mengharukan jika di ucapkan langsung dihadapanmu secara tiba-tiba khususnya teman terbaikmu. Tetapi mengingat ulang tahun adalah kelemahanku, sesekali ingin berterimakasih kepada social media yang berbaik hati mencantumkan dan mngingatkan ulang tahun seseorang. Saya pikir, saya punya cara yang berbeda untuk mengingat ulang tahunnya.

Mengerti dan mengerti begitu katanya, ketika saya lupa ulang tahun mereka dan pura-pura nggak tau waktu mereka mengkode dengan mengirim pesan atau menyapa saya lewat chat. Merasa mengasihani teman-teman terbaik saya, mungkin untuk urusan ucap mengucap saat ulang tahun, saya termasuk yang teledor. Bahkan saya pernah mengucapkan selamat ulang tahun satu bulan setelahnya, hebatnya teman terbaik saya hanya berkata “iya Nurul, aku ngerti kok. Makasih yaJ”. Bagaimana perasaanmu? Teriris, sudah terlambat di maklumi ditambah emot senyum diakhir kalimat. Bahkan saya lupa tanggal lahir teman terbaik saya. Kayak begitu ngakunya teman terbaik? Yah, terserah bagaimana persepsi setiap individu toh mereka masih menerima saya. Ukuran persahabatan tidak diukur dari seberapa ingat kita ulang tahunnya, mengucapkan tengah malam, membawa kue, kado mahal, tetapi lebih sederhana dari itu. Menjalin kabar dan berusaha menepiskan bahwa jarak dan waktu kita begitu sedikit untuk bertemu, berusaha membagi kebahagiaan dan menjadi diri sendiri.

Tanggal. Begitu sederhananya sampai saya sering mengabaikannya. Bahkan ada yang tersinggung dan memendamnya dalam diam saat saya terlambat mengucapkan ulang tahun, apalagi saya tiba-tiba nyeplos “kamu ulang tahun tanggal berapa sih?” nah itu saya yang salah. Menjawab dengan nyengir miris dan memberitahu saya tanggal lahirnya.

Saya bisa romantis. Tipe plegmatis, yang kadar cueknya cukup tinggi membuat saya ingin simple. Tetapi saya suka dibuat ribet, di romantisin, di buat ketawa-ketiwi. Sesekali saya ingin romantic, membuatkan sesuatu yang berharga untuk sahabat saya. Meskipun sangat sulit dilakukan karena saya butuh waktu 5-6 jam minimal untuk mengerahkan keromantisan saya. Mengucapkan selamat ulang tahun di pukul 00.00 –meskipun telat dikit, membuatkan video, membuat sepucuk kalimat panjang berisi doa dan pengharapan, kado tengil yang terlambat 1-2 bulan sampe di Tanya ”ini buat ulang tahun siapa?”, kado yang tidak disangka kayak album foto yang saya sendiri bingung dia nggak maniak foto dan nggak suka cetak foto tetapi akhirnya diterimanya dengan senyum.

Selamat ulang tahun sahabatku. Ada satu yng tertambat setiap juni datang. Kamu. Tak pernah melewatkan untuk mendoakanku, bahkan sedikit kaget saat mendapatkan ucapan selamat ulang tahun satu bulan setelahnya dan ketika saya mencoba mengecek tanggal berapa saya lahir dia mengatakannya dengn tepat. Terimakasih doanya, ingatannya. Meskipun sampai saat ini saya tak hafal kapan tanggal lahirnya .Google pun tak membantu.

Berbahagialah yang ditambahkan umurnya.

You Might Also Like

2 comments

  1. walah lha kok hampir sama dengan saya..cuek dan apatis terhadap ginian

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sih cuek tapi nggak apatis kok :) terimakasih sudah berkunjung

      Delete

Give your respons with leaving comment