Sepoi
angin membuat fikiranku lebih ringan. Duduk berteman secangkir kopi—aromanya
nikmat yang memikat—di beranda rumah dengan beberapa tanaman hias membuat
dadaku tak sesesak tadi siang. Sebuah pesan singkat yang mengusikku di tengah
kesibukan yang tak pernah usai, dia (pengirim pesan singkat) dan aku menaruh
harapan pada seseorang yang sama, entah apakah ia memang membuat orang
terdekatnya mempunyai intuisi ke arah situ. Dulu, aku mengira bahwa hanya aku yang
mendapatkan perhatian itu tapi sayang, dia bahkan entah siapa lagi memberi pengakuan
sama seperti perasaanku.

diambil di sini
Pengakuan
yang cukup mengejutkanku siang tadi menjadi bukti tambahan bahwa
















