Berbeda Sudut Pandang

2:57 AM

Beberapa hari terakhir berita di media baik elektronik, cetak maupun online ramai diisi oleh sosok artis yang kontrovesional dengan sebutan princess, kalian tau lah siapa dia. Saat pertama kali mendengar beritanya, aku cenderung ingin langsung berkomentar, judging seperti media yang menggiring ke arah opini tertentu. Hari berselang aku menonton video di you tube, ya aku memang lebih suka menonton youtube di banding acara di televise karena semakin kesini kontennya kurang sesuai dengan seleraku. Video di you tube oleh seorang vlogger yang biasanya objektif justru dari judulnya ikut menggiring opini, entah apa motifnya aku sedikit terganjal dengan apa yang dia sampaikan meskipun itu berdurasi sangat singkat, ini seperti bukan konten video yang dia buat. Akhirnya influencer dan vlogger favoritku yaitu gitasav (gita savitri) mengungggah video beropini di laman you tube nya, judul vidionya sangat umum hanya saja dia memasukkan salah satu isu itu ke dalam part video. Akhirnya aku mendapatkan sudut pandang lain bagaimana seseorang menanggapi suatu hal. Setelah itu aku teringat dosen di kampusku dahulu dimana beliau selalu menarik perhatian bagaimana jika suatu hal dipandang dari perspektif lain, kita tidak harus sama dalam berbagai hal, beliau selalu memberi kesempatan dan mempertanyakan bagaimana jika kita menggeser sudut pandang.
Orang dengan mudah men-judge orang lain tanpa pernah bertemu, berinteraksi bahkan tau wajahnya saja tidak, begitulah kira-kira netizen jaman sekarang, tidak mengenal usia, latar belakang apapun semua dapat menumpahkan opininya yang kadang “kejam” di kolom komentar terutama pada public figure. Semakin dewasa, aku semakin memahami bahwa sebagai pengguna media sosial, kitalah yang harus pandai menyaring informasi dan mengkroscek kembali kebenaran berita tersebut. Ada orang yang dengan mudah memberikan komentar negative kepada orang lain lewat media sosial tetapi ketika bertemu dia luluh, tersenyum dan bersikap manis, itu cukup memuakkan. Jadi mulai sekarang stop bertindak seolah kau sangat membenci sesuatu atau seseorang tetapi ketika bertemu kau puji dia, tersenyum dan kemudian lupa bagaimana kau bersikap sebelumnya.

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment