-->
Sejenak
aku bergurau pada gerimis, sebaik apa aku?atau seburuk apa aku? Seseorang
melempar anak panah yang menggores di alam sadarku. Aku hanya mampu bergeming
namun gemuruh di kalbu membuatku menyingkapkan goresan itu.
Aku
bisa dan terbiasa saat kau memandangku
dengan hitam. Sempat sejenak kau coba memandangku meski buram, asal kau tau aku
cukup bersabar untuk itu tapi maaf kawan malam ini aku tak bisa menahan egoku.
Aku hanya berharap “MULAILAH UNTUK TIDAK MEREMEHKAN ORANG LAIN”.
Gerimis
malam ini melunturkan amarahku, aku mencintai hujan dan aku tidak mau mencampur
air mataku dengan hal aku cintai. Allah punya banyak rencana atas segala
permohonan yang di munajatkan. “Sabar tidak ada batasnya dek,

















