Serutan Memori
5:06 AMSejauh apa kamu mengayunkan kakimu meninggalkan jejak-jejak yang kelak akan di kumpulkan menjadi sebuah kado di ujung pekan. Kadang, saat aku merasa tertinggal dengan jejak mana yang kelak di ikuti ternyata jejak itu masih di depanmu, kau berjalan mendongak dan jejakpun tersamarkan.
Kau,
aku itu sama, hanya terkadang waktu yang membuat kita berjarak atas hal yang
tidak kita inginkan. Melepaskan rautan memori yang ingin di susun menjadi
sebuah cerita masa lalu. Aku sempat mengenalmu di batas senja, mengingatmu di
sela warna pelangi yang melambung di sudut gerimis. Pelangi bukan sekedar
pengingat antara kau dan aku, tetapi tentang sebuah kengan akan masa yang
sempat dilewatkan di tepi memori kehidupan. Percayalah kadang tempat yang
berjarak membuatku lebih tak mengenalmu, namun yang terekam bahwa kau dan aku
masih punya waktu yang sama untuk mengenang.
Satu,
dua rintik yang menghujam tanah mencoba membuatku menjauhkan jejak kenangan,
apa yang terkenang dan yang di kenang hanya sebuah cerita biasa, saat aku
bicara padamu atau candaan di tengah kepahitan hati yang tersamar dalam cercah
emosi tawa. Gerimis yang mana yang harus ku rekam?

















0 comments
Give your respons with leaving comment