You Are My Rainbow

5:56 AM


  

Apa kabar kawan? Lama sekali rasanya aku tak menemuimu. Mengirim pesan singkat dan berbosa-basi menanyakan keadaanmupun tak kulakukan. Apa kau marah? Aku mengerti jika kau marah, aku akan mencoba memahamkan diriku ketika aku di posisimu. Terimakasih sempat mencari tau keadaanku dari orang lain. 

Ketika hari berganti hari, waktu juga mempersempit kita untuk bertemu. Kadang aku berfikir mengapa kita saling membutuhkan,ketika posisi kita di bawah, kita pasti mencari satu sama lain. Berbeda, yah berbeda rasanya setelah dua tahun terakhir, aku seperti orang asing ketika bertemu denganmu sahabat. Aku mencoba mengerti ketika kau mungkin sekarang punya orang yang lebih dekat denganmu di banding aku, entah siapa dia tetapi betapa hebatnya hingga kau sedikit menyisihkanku, semoga ini hanya prasangkaku. 

Kau pernah berucap padaku “Wah dadi wong sibuk to? Ra sempet ketemu kanca-kancane?”(bahasa jawa—jadi orang sibuk ya? Nggak sempat bertemu sama teman-teman). Sungguh, tak sedikitpun terbesit dalam fikiranku mengapa kalimat itu terlempardari ucapanmu. Sederhana mungkin, tapi sebegitukan aku tak punya waktu untuk kalian? Tapi mengapa? Mengapa setiap kali kalian meminta aku datang, aku berusaha datang dengan memberikan penjelasan banyak terhadap orang tuaku. Kalian berharga, tetapi apa kalian menyempatkan diri untuk sekali saja datang menemuiku. Mungkin aku yang salah, atau kesalahpahaman membuat kita saling bertanya, aku yakin bahwa kau masih peduli padaku.

Saat itu bulan ramadhan, aku sedang mengurus beberapa hal untuk masuk ke perguruan tinggi, kau menelponku dan akhirnya tiba-tiba dating ke rumahku membawa bingkisan ulang tahun untukku seorang diri. Menitihkan air mata, mengusapnya perlahan dan rasa haru menjalar di seluruh tubuhku. Ibuku mengulurkan kado itu dengan senyum.

Aku memang tak banyak waktu untuk bertatap muka denganmu tetapi ku rasa dengan media elektronik yang sekarang berkembang bukan menjadi alasan, sahabatku yang baik ketika kau sadar bahwa aku menghawatirkanmu, peduli padamu dan selalu merindukan saat kita masih bisa salling berbagi.

Dan sekarang, semoga hal itu tak berulang pada sahabatku yang baik hatinya. Tegur aku ketika kau tak suka, ingatkan aku ketika aku salah. Sahabatku, asal kalian tau bahwa kalian bermakna. Seperti pelangi, pewarna paling indah yang masih aku kagumi. Tersenyumlah walau berat, katakanlah jika kalian memang membutuhkanku.

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment