Perkara Menunggu
3:49 AM![]() |
| pict from here |
Hujan pertama di tahun ini bau tanah. Kali ini
rintiknya lebih deras menuju tanah. Susah payah perempuan ini menulis kisah,
dihapusnya juga dengan air yang membuatnya melebur. Keyakinan yang dahulu perempuan
ini banggakan tentang kisah seorang perempuan akan menunggu, nyatanya hari ini
tidak seperti itu lagi. Bahkan perempuan ini pergi lebih dahulu, perempuan yang
menyerah lebih dahulu, perempuan yang memilih untuk tidak melanjutkan apa yang
sudah di mulai.
perempuan ini tidak pernah kecewa pada apapun
yang menjadi keputusannya di masa lalu. Hanya saja kalau kau bisa memahami
bahwa perasaan itu sudah pergi. Entah siapa yang membawa, tetapi perempuan ini
tahu pasti bahwa tidak ada yang tertinggal disana. Sebagaimana perempuan ini dengan
berani melihatmu, berbincang denganmu dan lupa bahwa perempuan ini pernah
memiliki janji untuk menunggu.
Menunggu adalah sesuatu yang perempuan ini
yakini dahulu sebelum perasaan itu nyatanya pergi sendiri tanpa diusir bahkan
dibawa siapapun. Jika kau belum memahami situasi ini biarkan ku beritahu. Perempuan
ini sudah tidak menunggumu, bahkan jika kau datang pada perempuan ini esok hari
atau hari ini. Jika kau tidak tahu bahwa perempuan ini pernah punya janji
semacam itu maka lupakan saja. Jika kau merasa perempuan ini pernah punya janji
semacam itu maka saat ini kau harus sadar bahwa perempuan di depanmu ini sudah
tidak menepati janjinya. Dihilangkannya perasaan yang katanya mau di pupuk,
dijaga tetapi nyatanya perempuan ini menghilangkannya tanpa tahu sebabnya.
Jangan pernah kecewa dengan perempuan di
depanmu ini. Bukankah dahulu kau sendiri yang hampir berlari saat perempuan ini
mulai merapalkan harapannya, bahkan perempuan ini tidak sempat merapakalkan
bahwa jangan bawa pergi janji untuk menunggu. Nyatanya sebelum kau pergi lebih
lama, perempuan ini sudah tidak merapalkan harapannya untuk menunggu, lalu saat
petang datang perempuan sudah lupa bahwa
perempuan ini akan menunggu.
Kalau sekarang bahkan kamu merasakan kehilangan
bahwa perempuan ini tidak menunggu maka bukankah itu yang telah lama kamu
tunggu. Kau yang saat itu berharap bahwa perempuan ini tidak akan menunggu
apapun. Sini aku ingatkan kalau-kalau kau kembali menyapanya dan perempuan ini
menyapamu lebih keras dan mata berbinar-binar itu bukan karena perempuan ini
terlalu bahagia bahwa apa yang dia
tunggu ternyata lebih dahulu datang, bukan seperti itu. Nyatanya
perempuan ini telah lama kehilangan “menunggu” yang dahulu sangat kau takutkan.
Perempuan ini sudah melepaskan jauh pergi sebelum kau datang, sebelum kau
menyapanya dan sapaan perempuan ini lebih keras padamu. Perempuan ini telah
menjelma menjadi seorang yang baru, perempuan ini tidak merapalkan apapun kecuali dia ingin hidup bahagia dengan apa yang di
jalani. Jadi, jalani saja hidupmu dengan biasa saja. Jangan takut menyapanya,
jangan takut perempuan ini menunggu, jangan takut untuk memulai pembicaraan.
Kecuali kau masih berharap bahwa perempuan di depanmu ini seperti beberapa
waktu lalu sebelum petang datang dengan penuh harapan dan janji bahwa perempuan
ini akan menunggu. Nyatanya perempuan ini tidak begitu lagi.

















0 comments
Give your respons with leaving comment