Jagan Kira Lelaki Hanya Kamu
3:24 AM![]() |
| pict from here |
Aku mendengar percakapan dua orang yang sedang duduk
membawa amarah di pundaknya. Perempuan di depannya hanya menatap kosong seraya
berkata dengan kesal “jangan kira lelaki hanya kamu ya!”. Aku hanya melirik
sambil menyesap Teh hangat tanpa gula. Lalu lelaki didepannya hanya diam dan
menunduk. Perempuan itu akhirnya memilih lebih dahulu meninggalkan tempat dia duduk.
Lelaki di depannya masih tertunduk, dia tidak mencoba mengejarnya atau menarik
tangan perempuan yang sedang menuju pintu keluar di sisi kanan dia berdiri.
Aku saat ini sedang menunggu temanku. Setelah
menunggu beberapa saat temanku menghampiri dan kami memutuskan untuk
berjalan-jalan di mall itu. Saat aku melihat sekeliling ternyata lelaki itu
sudah pergi. Aku memilih untuk membeli gelato yang cukup popular saat ini. Aku
tidak sengaja melihat lelaki yang tadi berada di café yang sama denganku.
Wajahnya cukup tampan dan menarik jadi tentu aku mengingatnya, apalagi
pertengkaran memalukan macam itu di tempat umum. Meskipun suara tadi tidak
terlalu kerasa namun, jarak tempat dudukku dengan tempat mereka berada tadi
hanya sela satu meja membuat percakapan itu terdengar olehku. Lelaki itu tampak
biasa saja bahkan saat ini sedang berjalan dengan seorang perempuan yang sedikit
lebih pendek darinya dengan high hills
cream, tangannya melingkar di pinggang perempuan itu.
Baiklah, itu bukan urusanku tapi rasanya aku
hanya sedikit membencinya karena aku perempuan. Hanya beberapa jam yang lalu
dia masih bertengkar dengan kekasihnya—ku kira begitu. Bertengkar lalu dia
sudah menyiapkan yang baru. Tidak ada guratan sedih, tidak ada sisa amarah tadi
siang saat aku melihat dia dari sisi mejaku.

















0 comments
Give your respons with leaving comment