Mahasiswa Baru? Harus Gimana ya?

6:11 PM

Pengukuhan Angkatan


Hai, temen-temen yang mampir di blog ini mungkin sedang bingung ya, atau mungkin sekarang  jadi maba di suatu universitas? Jadi maba itu gampang? Enggak, apalagi kalau kalian tinggalnya di luar kota, luar pulau atau luar negeri. Oke, aku bakal sharing beberapa pengalaman sebagai mahasiswa yang udah pernah jadi maba.

1. Kenali diri kalian dan lingkungan kalian
Personality, Budaya, Bahasa, Cuaca
Kepribadian yang kita miliki menentukan seberapa cepat adaptasi yang ingin kita capai. Point yang aku maksudkan ini nggak berarti orang introvert lebih sukar buat adaptasi dibanding ekstrovert. Pertama kali yang harus kalian kenali adalah diri kalian, kalian tipe yang mana? Introvert, ekstrovert atau gabungan keduanya. Kenali orang-orang disekitar kalian, dibangku kuliah udah beda banget sama SMA, why? Karena mereka punya karakter yang lebih beragam, budaya yang beda, latar belakang beda, Bahasa yang beda—kecuali kalian pakai Bahasa ibu yaitu Bahasa Indonesia. Temukan seseorang dengan karakter paling match dengan kalian, nggak berarti sifat kalian sama loh ya, lebih ditekankan match jadi kamu juga bisa nyaman.
Banyak maba yang kurang aware dengan jurusan yang mereka pilih, entah karena terpaksa, kebetulan diterima atau alasan apapun untuk pembenaran mereka nggak prepare memulai perkuliahan. Kalian akan ada masa orientasi—perkenalan—tentang lingkungan kampus, mata pelajaran, dosen dan banyak hal. Manfaatkan moment ini untuk kalian mengenal lingkungan kalian dana pa yang akan kalian pelajari. Kalua udah lewat masanya belum tentu kalian aware tentang ini. Kenapa kita harus memahami ini? Karena kita akan tinggal dilingkungan itu, mempersiapkan diri dengan mata kuliah itu. Kenali rute ke kampus, titik macet, tempat penting seperti kampus kalian bersebelahan dengan kampus apa, ruang-ruang dosen, TU, Persuratan, tempat parkir—jangan sampai salah parker/parkir di tempat yang tidak diperbolehkan, lab, kantin, tukang tambal ban bahkan tukang kunci terdekat—aku udah dua kali ngilangin kunci yang entah kemana. Percaya suatu saat itu akan sangat amat berguna—lebay banget ya.
Budaya dan Bahasa yang digunakan di daerah setempat, misalkan kalian dari sunda kuliah di jogja atau semarang pasti Bahasa sehari-hari kalian beda kan ya? Oke nggak papa banyak yang udah bisa Bahasa Indonesia sekarang tetapi kalua kalian seperti aku yang ada praktik klinik di Rumah sakit, beberapa pasien ternyata nggak bisa Bahasa indoenesia loh. Jadi, kalian harus belajar sedikit-sedikit Bahasa daerah tempat kalian tinggal, apalagi kalau kalian tinggal di luar negeri yang masih pakai Bahasa ibu mereka sendiri bukan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
Cuaca juga bisa mempengaruhi kecepatan adaptasi kita. Misalkan kalian dari semarang dengan cuaca panas terus kuliah di malang yang cenderung lebih dingin. Pastikan kalian tau menjaga diri kalian, misalnya membawa selimut tebal, jaket atau sweater. Kalau kalian ada alergi dingin maka siap-siap bawa obat-obatan yang dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebelum keluar rumah sempatkan untuk melihat prakiraan cuaca di hp kalian, apalagi jika bepergian jauh.

2.       Cari informasi komunitas yang kalian banget
Asal daerah, hobi/komunitas yang satu pemikiran utk mengatasi home sick
Komunitas daerah dengan mudah ditemukan di perkumpulan saat kita merantau, apalagi jika kalian merantau cukup jauh, misalnya komunitas mahasiswa minang, komunitas mahasiswa batak, dsb. Komunitas dari daerah yang sama akan membantu kita lebih cepat beradaptasi karena kesamaan latarbelakang budaya dan Bahasa. Umumnya kita lebih mudah dekat dan meminta tolong jika ada keadaan darurat. Komunitas tersebut seringkali akan mengadakan makrab(malam keakraban) atau penggalangan dana untuk kegiatan social. Bisa jadi kalian akan bertemu teman, saudara atau tetangga kalian yang lebih dahulu berkuliah disana. Jika kalian punya bakat atau hobi seperti catur, tari, bernyanyi, maka kalian bisa ikut UKM(unit kegiatan mahasiswa) yang namanya tergantung kampus masing-masing ya. Disana kalian bisa mengembangkan minat, bakat dan hobi kalian untuk berkembang serta bertemu orang lain yang memiliki kesamaan dengan kalian. Kegiatan positif ini selain membantu kalian beradaptasi juga bisa membantu untuk mengurangi home sick.

3.       Jangan malu bertanya dan bergaul
Sebagai orang asing di lingkungan yang kalian tempati sekarang pastikan kalian untuk lebih terbuka dengan orang lain—tapi tetep selektif ya. Jangan malu bertanya dengan orang lain. Kalian bisa membuka percakapan sembari menunggu memulai pelajaran dengan teman sebangku kalian atau tetangga kamar kalian. Masa kalian nggak tau tetangga kamar kalian? Lah kalau ada apa-apa darurat masa mau minta tolong temen kalian yang harus kalian telpon dan nggak tau datengnya kapan. Mulailah untuk berkenalan dan perhatikan dimana kamar yang dia tempati. Jangan gengsi buat meminta tolong dan jangan sungkan untuk membantu. Kita hidup sebagai makhluk sosial. Sekali buat kesalahan maka minta maaf dan jangan diulangi. Pilih lingkungan yang membuat kita berkembang dan menjadikan kita lebih baik. Hidup jauh dari keluarga dan saudara itu hidup kita yang tentuin, mau jadi orang lebih baik ikut kajian agama, diskusi terbuka, penelitian, berprestasi atau hidup sesuka kita mau bolos, hura-hura, bahkan dugem itu bisa banget kalau kalian pilih jalan itu. Intinya semua pilihan itu ada ditangan kita, orang tua kita nggak bisa control kita 24 jam dan melihat apa yang kita lakukan tapi kita punya control penuh atas diri kita sendiri. So, kalian mau jadi yang mana.

4.       Kenali tempat-tempat penting, simpan dan catat
Tempat penting dan nomor teleponnya. Tempat penting itu apa aja sih? Ini relative banget ya, minimal yang bakal aku kasih tau kalian harus perhatikan ini. Alamat kos, alamat kampus, sering banget temen kosan aku dulu Tanya “alamat kos kita apa ya?” Hello, padahal dia udah tinggal disana 3 bulan bahkan ada yang lebih lama. Perhatikan hal yang mudah dikenali misalnya kos kalian dekat apa rumah makan padang, atau apapun yang kira-kira temen kampus kalian langsung bisa menemukan tanpa harus mikir jalan melati atau kos arimbi itu dimana.  Dokter atau RS terdekat, jadi kalau kalian sakit langsung pergi kesana atau kalaupun minta diantar kalian udah tau mau kemana—aku sendiri cocok cocok an dokter soalnya. Kantor polisi terdekat dan nomor telponnya. Oke menurut aku tiga tempat itu (kos/kampus, dokter, kantor polisi). Banyak sekali berita kehilangan yang sebelumnya mungkin jarang kalian dengar di desa atau tempat kalian tinggal tetapi nggak ada salahnya kalian punya nomor telpon kantor polisi  terdekat untuk berjaga-jaga hal yang tidak diinginkan. Warteg paling murah, pom bensin yang hitungannya paling akurat—nggak jarang kalau kalian beli bensin “pak, isi full ya? Oke habis itu tertera Rp 10.557 bisa jadi kalian akan membayar 11.000 lalu 443 peraknya kemana? Kadang aku kesel terus Tanya bapaknya alasannya nggak ada kembalian.” Bayangkan 443 x 50=22.150 itu baru sehari, sebulan 664.500(ini uang kemana? Donasi ke siapa?) makanya kalau beli bensin di pom yang suka ngemplang gitu beli pake pas misal “pak beli 15.000” oke ini paling aman.
5.       Komunikasi dengan keluarga
Tell them everything. Keluarga yang jauh dari kita itu juga khawatir sama dan mikirin kita. Jadi, walaupun kalian merasa keluarga kalian jarang Tanya apa yang kalian lakukan, bisa jadi mereka nggak pengen ngeganggu kalian yang mungkin amat sangat sibuk atau takut kalian kepikiran dan home sick karena sering dihubungi. Tapi percaya deh, mereka bakal seneng kalau kalian hubungi mereka sekedar bertanya “bapak, ibuk dan adek sehat?” aduhh itu hati orang tua kalian adem rasanya. Jangan hubungi kalau kalian butuh aja dan tanya “uang bulanannya kok belum dikirim ya yah” oke?. Sebisa mungkin ceritakan apa aktivitas kalian secara singkat dan mengabarkan kalau kalian baik-baik saja di sana. Maraknya kasus pencucian otak di TV tak lain karena salah bergaul, pemahaman yang taqlid dan umumnya mereka tertutup dengan keluarga mereka. Sebaik-baik tempat curhat selain Allah SWT/Tuhan adalah Keluarga, karena seburuk apapun kita setidak berdaya apapun kita mereka bakal tetep support dan nggak munafik—baik di depan dan menggunjing di belakang. Sekalipun itu temen deket kalian, tetapi tetep aja menurut aku kalian perlu bicara apapun masalah kalian kepada keluarga kalau kalian nggak bisa selesaikan sendiri.  


Setelah menjelaskan panjang lebar, aku harap kalian menikmati membaca dan aku sangat menghargai bagi kalian yang bersabar membaca dari awal sampai akhir. Kalau kalian sudah bisa mengatasi dan hanya butuh beberapa point yang belum terselesaikan maka kalian bisa baca tips tiap poin yang udah aku pisah-pisah ya.

Kalau ada pertanyaan dan tanggapan silahkan tinggalkan comment di kolom komentar J

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment