Backpacker Jogja-Klaten-Banyuwangi | Day 1

6:04 AM

(Semua foto ini koleksi pribadi, bukan maksud narsis tapi biar nggak disalah gunakan oleh pihak lain karena ada wajahku. hehe)
Finally, setelah setengah tahun yang lalu kita rencanakan akhirnya kita berangkat juga. Temanku Sindi, asal Cilacap. Kami berangkat 24 November 2017 dan memutuskan berangkat ke Banyuwangi dari rumah masing-masing.

Sindi naik bus ke jogja terus paginya naik kereta sri tanjung tujuan bwi dari St.Lempuyangan dan aku naik dari St. Klaten. Sebelumnya kita udah booking tempat duduk yang sebelahan biar mudah. Sampailah kita di st. Karangasem Banyuwangi pukul 20.35 yang seharusnya di jadwal 20.26 karena sempat nunggu lama transit di st. Gubeng surabaya. Setelah selesai sholat akhirnya kita keluar stasiun dan menuju warung makan di depan stasiun. Kalau kataku stasiun ini cukup kecil dibanding stasiun di st. Klaten tapi cukup ramai karena dekat dengan kota dan kalau mau naik ke kawah ijen ya turun di stasiun ini.

Kita makan rawon dan teh hangat. Setelah mengobrol dengan seorang bapak-bapak, lupa nggak kenalan namanya siapa. Beliau dulu bekerja di petrokimia dan istrinya seorang dosen, beliau berpesan untuk berhati-hati karena melakukan perjalanan cukup jauh jika langsung mau naik ke kawah ijen malam itu juga karena hujan seharian dan ditakutkan jalanan licin serta sepi melewati hutan, lagi-lagi karena kami berdua perempuan. Malam itu penuh drama galau jadi berangkat enggak. Apalagi Mas Rahmad lagi nggak di rumahnya, akhirnya bertemu ibunya Mas Rahmad dan diminta istirahat di rumah singgah. Malam itu cuma ada kita berdua, pikirku bakal banyak orang yang mau naik soalnya jumat malam sabtu yang hitungannya weekend. Sebelumnya aku udah hubungi Mas Rahmad kalau bakal ke Banyuwangi dan tanya2 safety nggak kalau ke ijen naik motor dan lain-lain. Akhirnya setelah ketemu mas Indra diajak ngobrol kita memutuskan berangkat ke kawah ijen malem itu juga naik mobil bareng mb Tiar orang Jakarta. Akhirnya kita sempatkan untuk rebahan dan mengisi baterai hp.

Kawah Ijen

credit photo by me

 Waktu menunjukkan pukul 00.30 kita bersiap menuju ke kawah ijen. Kita sampai disana 01.40 minum di warung makan dan mulai naik jam 2.00 lebih dikit. Kita sampai di puncak kawah ijen jam 4.10 dan sampai di bawah buat lihat blue fire sekitar jam 4.45 karena jalannya setapak dan sebenarnya untuk wisatawan dilarang turun ke bawah kecuali penambang. Awal pendakian dari pos Paltuding membayar tiket 5.000 dan parkir 10.000.
Hari itu cukup cerah, dan banyak pengunjung yang datang. Akhirnya kita berjalan pelan ke bawah dengan guide, dan setiap ada penambang lewat kita harus minggir karena mereka memanggul belerang sekitar 80kg. Jalannya hanya tumpukan batu yang ditata menuju kawah. Setelah turun 200m blue fire nampak kelihatan sangat indah api yang menyala berwarna ungu agak pink menjilat ke atas di sertai kepulan asap. Guys, jangan lupa untuk menggunakan masker khusus, selain biar safety ini juga macam diwajibkan. Akhirnya setelah turun mencapai dasar, tapi bukan ujung dekat penambang karena asapnya cukup tebal. Mengambik beberapa gambar dan kita memutuskan naik ke atas. Oh ya, karena nggak ada tempat sholat, musholanya di atas dan itu udah jam 5.30 lebih, akhirnya aku tayamum dan sholat sambil duduk disana—kalian harus memikirkan ini apalagi perempuan. (Semoga Allah menganpuniku). Nah setelah naik ke atas dan memutuskan untuk turun. Oh ya ada beberapa orang yang naik dan turun dengan troli. Harga naik sekitar 600an ribu sedangkan saat turun kisaran 100ribu. Bagi yang nggak kuat berjalan,silahkan banyak istirahat dan mengatur nafas tetapi jangan minum terlalu sering karena nggak ada toilet.
Aku naik dr kawah jam 6.15 dan turun menuju pos Paltuding, sampai di pos Paltuding 08.00. Untuk di pos Paltuding ini ada toilet, dan homestay milik pemkab Banyuwangi serta rencana dibangun gondola yang banyak di tentang oleh warga dan wisatawan.
Sepanjang perjalanan di mobil aku dan Sindi tertidur, sampailah di rumah singgah pukul 11.00 karena sempat berhenti untuk membungkus makanan di jalan. Kami bersih diri lalu tidur hingga pukul 13.00. Awalnya aku berencana ke TN. Baluran tetapi karena kelelahan (sampai bwi langsung ke ijen nggak sempat tidur karena di kereta penuh--fyi kita berangkat jumat dan kebanyakan orang sekitar jawa timur pada mudik ke kota terdekat).
Sambil duduk di depan rumah singgah dan tanya-tanya mas Indra tentang lokasi wisata yang mau kita kunjungi karena nggak jadi ke TN.Baluran. kak Tiar yang pengen lihat penangkaran hiu mengajak untuk ikut pakai mobil. Akhirnya aku dan Sindi memutuskan untuk ikut karena belum ada rencana wisata.


Pantai Bangsring
photo by me

Pantai ini memiliki pasir hitam dengan view pulau Bali, P. Menjangan dan P. Tabuhan. Tiket untuk masuk ke tempat wisata hanya 3000 kalo nggak salah. Lalu untuk menyebarang ke rumah apung(tempat penangkaran hiu) membeli tiket lagi 5000 menyebrang menggunakan boat kecil. Kalau mau snorkeling membayar tambahan 30rb. Karena nggak bawa baju ganti,kita hanya menonton penangkaran aja. Kak tiar membeli roti untuk dikasihkan ke ikan supaya ikannya mau naik ke atas. Hiu dalam penbagkaran boleh di foto jangan di pegang ya, hiu nya masih kecil. Akhirnya setelah puas melihat dan berfoto kita kembali dan mencari makan malam. Kita diajak oleh tour guidenya kak Tiar(kita nebeng sih sebenernya) temennya kak Tiar, ke warung lya. Banyak truk yang berhenti di sana, tapi tempatnya bersih, aku memesan lodeh koro pedas ternyata itu disajikan otomatis tinggal memilih lauk, bagi pecinta pedas ini sangat cocok. Ada iga bakar pedas, ayam goreng, dan beberapa lauk lain. Aku memutuskan memilih lele, porsi makan disini cukup besar sehingga makannya tidak habis. Nasi lele+lalap+lodeh koro + teh hangat tawar 23.000 worth it dengan rasa dan kenyangnya.


Pantai Boom
Photo by me

Selesai makan, aku diajak ke pantai boom. Arah alun-alun Banyuwangi, seberang alun-alun ada masjid Agung Baiturrahman, taman Sri Tanjung dan taman Blambangan(pusat kuliner, semacam food court). Setelah menyusuri jalan mungkin 1km sampailah di pantai boom dengan membawar tiket 11rb termasuk parkir mobil. Disana kita dapat melihat dermaga kapal nelayan dan barang yang terhubung dengan sulawesi. Kalau mau ngopi atau melihat pemandangan laut juga bisa.


Oleh-oleh
Pergi ke tempat wisata rasanya kurang lengkap kalau belum mencicipi makanan khas daerah kan ya. Akhirnya aku dan rombongan diantar ke osing deles. Disana tersedia makanan khas Banyuwangi, kaos, sweater, gantungan kunci, berbagai kerajinan identitas Banyuwangi. Aku memutuskan membeli beberapa jajan seperti: dark coklat, gantungan kunci, dan bakiak(karena budget terbatas habis 94.000) kaos anak-anak mulai harga 85.000 dan dewasa kisaran harga 130.000 dari size xs-xxl. Setelah membeli jajanan untuk oleh-oleh, aku dan rombongan memilih pulang ke rumah singgah dan kak tiar di homestay milik mas rahmat karangasem inn di belakang rumah singgah.

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment