Fase
10:56 AMPada akhirnya tiap-tiap dari kita atau aku harus melewati fase ini. Adaptasi dengan lingkungan baru, menerima, menyerap dan bergabung secepat mungkin supaya dapat bertahan.
Aku termangu lama, seingatku aku lebih banyak sendiri meski lingkunganku ramai. Semua yang aku dambakan nyatanya tidak cukup membuatku puas setelah menjalani ini, pekerjaan, rumah, dan teman. Hari itu pula aku berpikir apakah ini sungguh yang aku cari, atau aku belum bisa beradaptasi. Pikiran itu terus memenuhi ruang hatiku bahkan mengusik perasaanku, seleraku, dan hal-hal sederhana yang dapat membuatku suka tetiba lenyap bergeser hampa.
Pada akhirnya aku lebih banyak waktu sendiri, membaca, dan merotasikan pada kegiatan yang biasa aku lakukan saat aku tidak ingin kemanapun.
Hari itu, aku memegang janji tapi seperti bara api, kalau ku lepas aku pengecut tapi kalau ku pertahankan aku terbakar. Hari itu aku yakin untuk dapat menatap dan menyelami pemikirannya, tetapi Tuhan maha baik, diberinya jeda, disuruhnya aku berpikir supaya waras, tidak ada yang siap dengan bara itu, pada akhirnya janji hanyalah janji tidak berwujud tetapi berbekas.
Kalau kau kenal aku pastilah tau, aku tidak suka banyak rencana mentah, sebelum kau lontar, harusnya kau sudah pikirkan, aku tipe pemikir tapi realistis jadi kalau kau ajak aku berhayal maka kau tau kau sedang bersama orang yang salah. Tidak apa-apa, nyatanya semuanya baik-baik saja. Sore ini langit cerah, lalu ku katakan pada diriku sendiri jika kau baik-baik saja, pun jika kau tidak baik-baik saja kau harus kuat untuk menopang dirimu, kau cukup mandiri, sabarlah suatu saat kau tidak akan baik-baik saja apabila tidak akan sesuai maumu, belajar dari sekarang supaya aku terlatih. Waktu tidak dapat membayar sesuatu yang hilang yaitu kepercayaan, hari ini sudah dilenyapkannya itu dariku, jangan lupa kembali tapi jangan lagi umbar janji.
















0 comments
Give your respons with leaving comment