Perpisahan yang tak diucapkan

6:24 PM


gambar dari sini


Hujan turun pertama kali sejak setengah tahun lebih tidak menghujani tempat ini. Ladang mulai mengering, daun mulai berjatuhan berwarna coklat tua. Lelaki itu memandangi rumah yang dikiranya akan jadi rumahnya, sebelum perempuan itu berbalik arah. Pikirnya kepulangannya akan disambut hangat senyuman dari perempuan yang lama ditemui dalam lamunannya. Pertemuan itu tidak pernah ada sampai ia kembali ke kampung halaman yang diimpikannya. Lelaki itu tidak merasakan kesedihan atau bahagia seperti yang dikiranya, tetapi hampa,seperti ruang kosong tanpa udara. Perempuan yang sampai hari itu tidak pernah menghubunginya terlebih dahulu, tidak mengucapkan perpisahan dan melanjutkan langkah tanpa memberitahunya kemana arah yang dituju. Pertemanan lamanya tidak menjadi jaminan mereka memiliki tujuan yang sama. Lelaki itu sadar, dia tidak akan pernah berlari lagi, dia tidak cukup yakin memiliki tujuan yang sama. Hari dia memutuskan berhenti menghubunginya menjadi salam perpisahan tanpa diucapkan. Perempuan di sebrang sana mungkin tidak lagi menunggunya, tidak pernah mencarinya, bisa saja dia tidak merasa kehilangan apapun dari perpisahan yang tidak mereka sampaikan.
Setahun berlalu, jejaknya masih ada. Rasa itu masih ada tapi sudah berganti arah. Perempuan itu masih menyita ruang kosongnya, sesekali dipandanginya lewat media sosial yang dimilikinya. Lelaki itu tidak cukup yakin untuk kembali memulai karena rasa yang dimilikinya sudah berbeda. Kisah itu sudah diakhiri bahkan sebelum di mulai.

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment