Sepucuk catatan untuk Perempuan tak dikenal

7:26 AM




Ur, andai kamu tahu aku juga pernah merasakan apa yang telah kamu tuliskan dalam bait puisimu. Aku yakin tulisan itu untuk seseorang yang sama yang kita maksud. Aku memang tidak pernah bertemu denganmu, bahkan saat aku sekarang mengagumimu karena tak kau nampakkan perhiasanmu aku menjadi kagum padamu.
Dia bukan yang terbaik untuk bersanding denganmu Ur. Mungkin dia juga pergi tidak memberi kabar terlebih dahulu. Entah siapa yang pergi dahulu tetapi aku harap kau tidak sama dengan kisahku Ur. Semoga dia masih bersedia memberimu kabar.
Asal kau tahu Ur. Aku tahu namamu dari bibirnya yang setia melafalkan namamu dengan fasih ketika kami berada dalam atap yang sama. Menikmati dia dan cerita palsu yang dibual oleh beberapa orang. Nyatanya kami menikmatinya Ur. Aku bahkan tidak bisa membencinya Ur.
Kalau kau kecewa karena hatinya telah jatuh terlebih dahulu pada perempuan jogja, aku bahkan tidak pernah tahu Ur kalau dia telah menetapkannya. Aku tidak berharap menunggu orang yang salah Ur. Aku harap perempuan itu kamu Ur. Parasmu cantik, hatimu cantik dan kamu pandai. Sungguh pantas jika dia menggaungkan namamu saat itu, tetapi perempuan jogja telah membuatnya menyerahkan kepercayaannya. Tidak lagi namamu Ur. Karena, aku tahu namamu tidak lagi disebutnya.
Ur, beruntunglah Tuhan dengan baik hati menyelamatkan perasaan kita yang tak sampai jatuh terlalu jauh. Jilbab longgar, pakaian panjang yang tak menunjukkan aura dan paras cantikmu membuatku kagu Ur. Aku tidak berharap kau mendapatkan laki-laki yang salah Ur. Aku perempuan dan aku tahu rasanya jadi kamu.
Perempuan jogja yang dulu dipercayainya ternyata membuatnya menyerah, lebih cepat dari yang aku perkirakan. Telah diambilnya lagi percaya yang dulu di tetapkan. Aku pikir kamu juga sudah tahu Ur. Tetap jaga hatimu Ur, jaga pakaian dan pandanganmu. Laki-laki yang baik akan mendapatkanmu. Sungguh sayang jika hari itu dia mempercayakannya padamu Ur. Jika hari itu dia mempercayakannya padamu aku tidak yakin perhiasanmu akan menjadi semahal sekarang Ur.
Terkahir pesanku pada perempuan fajar, tetap jaga semua yang telah kamu jalani Ur. Dia akan jauh lebih meninggalkanmu ketika dia tahu perhiasan itu semakin mahal. Dibukannya cahaya terang supaya tidak semua orang bisa meihat mutiara yang ada padamu sekarang Ur. Nampak anggun dan ketaatanmu tidak menjadikan cantikmu berkurang.
Kalau kau tahu aku memujimu barangkali kau akan mengatakan “Kau berlebihan ukh.” Tetapi tidak ada yang lebih indah jika saudaraku mampu menjaga segala yang dititipkan Allah pada dirinya. Bahkan semua berproses, perempuan jogja yang dulu pernah aku bandingkan denganmu kini juga “belahar”. Ur, jangan pernah takut untuk menyimpan rasa, hanya saja sadarlah Ur kau begitu istimewa. Hati ini tak ikhlas jika kau jatuh jauh pada dia.

Ur, meskipun aku tidak mengenalmu. Bertatap muka pun aku tak pernah, hanya nama yang sempat di sebutnya dalam atap yang sama dengan laki-laki bersepeda kala hujan deras turun. Aku percaya kau adalah jalan-jalan yang coba Tuhan perlihatkan supaya cahaya itu juga mengenainya. Selamat malam Ur.

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment