Apa
kabar kawan? Lama sekali rasanya aku tak menemuimu. Mengirim pesan singkat dan
berbosa-basi menanyakan keadaanmupun tak kulakukan. Apa kau marah? Aku mengerti
jika kau marah, aku akan mencoba memahamkan diriku ketika aku di posisimu. Terimakasih
sempat mencari tau keadaanku dari orang lain.
Ketika
hari berganti hari, waktu juga mempersempit kita untuk bertemu. Kadang aku
berfikir mengapa kita saling membutuhkan,ketika posisi kita di bawah, kita
pasti mencari satu sama lain. Berbeda, yah berbeda rasanya setelah dua tahun
terakhir, aku seperti orang asing ketika bertemu denganmu sahabat. Aku mencoba
mengerti ketika kau mungkin sekarang punya orang yang lebih dekat denganmu di
banding aku, entah siapa dia tetapi betapa hebatnya hingga kau sedikit
menyisihkanku, semoga ini hanya prasangkaku.
Kau pernah berucap padaku “Wah dadi wong sibuk to? Ra sempet ketemu kanca-kancane?”(bahasa jawa—jadi orang sibuk ya? Nggak sempat bertemu sama teman-teman). Sungguh, tak sedikitpun terbesit dalam fikiranku mengapa kalimat itu terlempardari ucapanmu. Sederhana mungkin,





















