Pesan malam

6:30 PM


 


Pagi ini aku mulai aktivitas dengan bersepeda menuju lapangan tempak buat latihan TNI di dekat kampus. Kemudian aku bersama seorang temanku mengobrol banyak mengenai masa lalu. Masa lalu yang kata orang tidak bisa di perbaiki, masa lalu yang sering di banggakan, atau masa lalu yang sengaja di tutup, tapi tidak aku ingin memungut serpihan masa lalu yang masih ku ingat, membaginya.
Ibu, ya beliau setiap hari selalu mengirim pesan singkat atau sekedar menelfonku meskipun sebentar. Hal yang kita bicrakanpun terkadang terdengar biasa saja, menanyakan bagaimana kondisiki, apa yang sedang aku lakukan atau bagaimana ndug sudak makan? Hal sederhana yang ternyata ketika di renungkan itu sangat bermakna. Ketika satu hari saja ibu melewatkan tidak mengirim pesan atau telfon rasanya ada yang hilang, aku merindukan perhatian-perhatian kecil seperti itu. Aku tau bagaimana rindu itu tercipta.
Baru kemarin ibu mengatakan “ya sudah kalau banyak agenda nggak usah pulang ndug, kasihan capk di jalan. Baru seminggu, biar rindunya terpupuk dulu.” Rasanya ada yang teriris dalam hatiku. Aku menyayangi beliau, bahkan ketika aku memutuskan pulang hanya ingin mendampingi mereka, yang mereka harapkan ya aku, ketika aku menjadi lebih baik ya yang di banggakan aku, ketika aku tak baik ya malulah mereka. Ketika banyak yang mengatakan “enak ya, anak tunggal minta apa saja di turuti.” Aku hanya diam dan mulai memaklumi. Aku memang tidak bisa jauh dari orang tuaku, apalagi kasih sayangnya, ketika Allah hanya mengizinkan orang tuaku menitipkan aku sebagai amanah maka malu rasanya kalau aku tidak mampu membahagiakan mereka. Bandingkan dengan mereka yang bersaudara banyak, ketika yang satu berada jauh maka ada yang lebih dekat untuk menjaga orangtuanya. Sungguh, aku beruntung orang tua tidak mengekangku, tapi mereka hanya minta untuk membagi rindunya sejenak melihatku, bercanda atau pergi menghabiskan waktu bersama. Kalau bukan aku siapa? Sungguh, tidak banyak ayang akan mengerti, tidak banyak yang mau mencoba memahami, tapi aku belajar untuk memahami “Tidak semua orang bisa di tuntut mengerti kita, tapi kita semestinya menuntut diri untuk mengerti mereka.”
Allah beside me J

You Might Also Like

0 comments

Give your respons with leaving comment