Jangan menyerah pada pikiranmu
7:34 AM
Apa yang dulu menurutmu mudah
menjadi sulit?
Apa yang dulu membuatmu sulit
menjadi mudah?
Aku akan menjawab sekarang.
Kenyataan. Hanya dengan itu aku bias bertahan.
Aku akan menceritakan sedikit hal padamu jadi tetaplah
membaca, barangkali kamu yang sedang membaca ini juga merasakan hal yang sama. Mahasiswa
tingkat dua perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah, sekarang itu yang sedang
aku jalani tepatnya seorang mahasiswi keperawatan. Apa kau juga ingin masuk ke Ilmu Keperawatan? Masuklah kawan, disini sangat menyenangkan. Apa kau bahkan
ingin berhenti dan mengambil jurusan lain dan ilmu lain untuk kau pelajari? Ya sudah,
lakukan kawan lakukanlah dengan cara yang terbaik. Aku sempat berfikir untuk
berhenti dan mengejar impianku sebelumnya. Sepertinya dulu pernah aku ceritakan
di tempat lain. Bagiku itu penting untuk berpijak pada jurusan yang beberapa
tahun lalu aku hindari bahkan berjanji tidak berfikir mengambil jurusan ini.
Aku menyesal dulu aku berfikir untuk meninggalkan jurusan Keperawatan. Kalau aku tidak di jurusan ini maka aku tidak begitu mengerti
ranah kerja perawat dan masih “meremehkan” tugas perawat. Kalau kau ingin menjadi dokter, aku dulu juga
ingin, tetapi memang ilmu keperawatan adalah jalan yang terbaik untuk ditekuni,
dan aku tidak menyesal. Tidak semua harus menjadi dokter, tidak semua harus
menjadi insinyur, tidak semua harus menjadi politikus, tidak semuanya harus
menjadi sastrawan karena kita hidup untuk saling urun warna supaya harmonis.
Ilmu keperawatan adalah bidang yang jelas tetapi abstrak
juga. Belajar keperawatan berarti kau juga harus mengerti anatomi fisiologi
manusia, mengerti obat dan peresepannya, mengetahui gizi tersebut apakah cukup
tepat, memahami hasil pemeriksaan penunjang, ya sebenarnya itu semua
kolaborasi. “Tenaga kesehatan itu tidak bias berdiri sendiri, kalian harus
mampu berkolaborasi dengan baik, entah dokter, perawat, ahli gizi karena
orientasi kita adalah kesembuhan pasien” begitu kira-kita ucapan salah seorang
ibu dokter yang mengisi saat PMB Fakultas dua tahun yang lalu.
Lalu perawat itu gimana sih sebenarnya kak? Nah aku akan
menjawab dengan sedikit kalimat jadi perhatikan. Menjadi perawat itu butuh
mental sehat, fisik kuat dan mau belajar. Dokter akan mendiagnosis penyakitnya
dan kita mendiagnosa kebutuhan dasar pasien apa yang tidak terpenuhi,begitulah
kira-kira singkatnya. Kita tidak bias hanya melulu soal penyakitnya, kita harus
memberikan motivasi pada pasien dan keluarga, mendampingi dan mengecek sejauh
mana perkembangan pasien, mengingatkan tenaga kesehatan dan tenaga medis jika
ada sesuatu yang kurang tepat diberikan karena kita mendampingi pasien lebih
lama. Perawat. Jangan kau pikir menjadi perawat merasa paling hebat karena
lebih banyak waktu dengan pasien tetapi ketahuilah tanpa kolaborasi maka tujuan
sulit tercapai.
Aku mulai belajar menerima kenyataan bahwa banyak menfaat
aku belajar disini. Sungguh tidak mudah melewati dua tahun dengan hati ragu
apakah mampu bertahan dengan baik. Tetapi aku harus menceritakan pada kalian
karena tahun ini aku akan praktik di rumah sakit. Berhentilah berfikir menjadi
perawat itu menyedihkan, perawat bukan pesuruh dokter bahkan dokter sendiri
yang mengatakan hal tersebut.
Kau akan bejar menyuntik, mengkaji kebutuhan dasar pasien
seperti kondisi fisiknya, istirahat tidurnya, spiritualnya, dan banyak lagi. Kau
akan mengenal florence nightingale perempuan
berdarah inggris itu adalah pelopor keperawatan di dunia.
Sewaktu aku mendapat tugas untuk melakukan pengkajin dan
mendampingi pasien selama beberapa waktu guna tugas belajar, aku memilih
nenekku karena ini akan jauh lebih menurunkan rasa grogiku. Tetapi semua itu
tidak seperti yang aku khawatirkan karena kemampuanku belum memadai, nenekku
justru memberikan dukungan dan sedikit kagum karena aku tampak lebih respek dan
berbeda hari itu lalu aku menjelaskan beberapa hal mengenai tugas dan
penyakitnya.
Meskipun laki-laki akan lebih sedikit mungkin karena tidak
terlau banyak yang mau menekuni profesi mulia ini, mereka memili banyak
berfikir untuk menjadi dokter atau insinyur yang dulu pernah mereka
inginkan.jadi tetaplah bertahan jika kau masih sanggup bertahan karena tidak
ada kesempata kedua. Semua kesempatan pertama.
















2 comments
asik syahrini :D
ReplyDeleteMakasih beb sudah baca tulisanku :D
ReplyDeleteGive your respons with leaving comment